Tampilkan postingan dengan label Book Review. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Book Review. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 19 September 2015

Book Review “Ibuk” by Iwan Setyawan


“Seperti sepatumu ini, Nduk. Kadang kita mesti berpijak dengan sesuatu yang tak sempurna. Tapi kamu mesti kuat. Buatlah pijakanmu kuat.”
-ibuk-

Masih belia usia Tinah saat itu. Suatu pagi di Pasar batu telah mengubah hidupnya. Sim, seorang kenek angkot, seorang playboy pasar, yang berambut klimis dan bersandal jepit, hadir dalam hidup Tinah lewat sebuah tatapan mata. Keduanya menikah, merekapun menjadi ibuk dan Bapak.

            Lima anak terlahir sebagai buah cinta. Hidup yang semakin meriah juga semakin penuh perjuangan. Angkot yang sering rusak, rumah mungil yang bocor dikala hujan, biaya pendidikan anak-anak yang besar, dan pernak-pernik permasalahan kehidupan dihadapi ibuk dengan tabah. Air matanya membuat garis-garis hidup semakin indah.

            Ibuk, novel karya penulis national best seller Iwan Setyawan, berkisah tentang sebuah pesta kehidupan yang dipimpin oleh seorang perempuan sederhana yang perkasa. Tentang sosok perempuan bening dan hijau seperti pepohonan yang menutupi kegersangan dan memberi napas bagi kehidupan.

***

Book Review >> Long Lost ‘Yang Lama Hilang’ by Harlan Coben


 “Mungkinkah teknologi menghidupkan kembali seorang anak yang telah lama mati dan menjadikannya pribadi yang sama sekali berbeda?!”

            Myron Bolitar adalah seorang agen yang memanajeri para atlet dan selebriti. Profesinya tersebut menyeret Myron dalam berbagai petualangan menegangkan dan penuh teka teki. Kini, Myron mencoba menolong Terese Collins, seorang wanita yang pernah mengisi hatinya sepuluh tahun lalu. Terese tengah kehilangan semangat hidup setelah putrinya meninggal. Celakanya, Terese malahan dihadapkan pada peristiwa yang lebih sulit. Ia dituduh membunuh mantan suaminya. Dalam penyelidikan, Myron dihadapkan pada sebuah fakta yang tak masuk akal. Mungkinkah putri Terese yang mati hidup kembali?! Satu teka-teki mengantar pada teka-teki lain yang lebih besar dan melibatkan satu kelompokteroris jaringan Internasional. Myron dan Terese pun dipaksa untuk terus berlari dari ancaman maut.




Judul                   : Long Lost ‘Yang Lama Hilang’
Penulis                : Harlan Coben
Jumlah Hal          : 398 halaman
ISBN                    : 30.889.000.30
Penerbit              : Erlangga
Penerjemah        : Afrin Aulia
Editor                  : Johanes Trihartanto
Cover                  : Sony Sonatha

Senin, 13 Juli 2015

Book Review : "Lara" A Dark Story of A Woman by Sybill Affiat


Sebelumnya aku mau ngucapin terimakasih buat Stiletto Book yang udah ngasih kesempatan buat dapatin buku ini secara Cuma-Cuma. Thanks juga buat salah satu blog yang udah menangin aku dalam kuis blogtournya hingga aku dapat buku ini. maav lupa namanaya :v.  Sebenernya ni buku udah ada di tanganku lamaaa.. dan udah kulahap habis semua beberapa waktu yang lalu. Tapi maav karna baru sempet bikin review sebagai feedback dariku. Habisnya disibukkan dengan UAS sih.. hhehe ;D #banyak alesan.

Sabtu, 04 Juli 2015

Book Review : Quantum writing II


 Apa yang ada dihadapan kita dan apa yang ada dibelakang kita hanyalah hal-hal kecil bila dibandingkan dengan apa yang ada dalam diri kita.

Beberapa waktu lalu, aku sudah posting tentang “Quantum Writing bab 1”. Dan ini kelanjutannya.

Quantum Writing
“Cara Cepat nan Bermanfaat untuk Merangsang Munculnya Potensi Menulis”
Editor : Hernowo

Bab 2 : Perjalanan Menjelajah Diri

“Berlatih menulis dengan membuat pertanyaan dimaksudkan untuk merangsang diri kita untuk memunculkan keinginan agar kita terus didorong untuk mengetahui diri kita sendiri dan ada kemungkinan kita dapat menemukan ‘mata air’ diri kita yang jernih”

Di dalam bab ini kita diajak untuk lebih mengenali diri kita sendiri. Kita diharapkan dapat mengetahu lebih jauh mengenai diri kita. Tidak dengan cara-cara aneh yang memusingkan kepala. Tapi cukup dengan membuat pertanyaan tentang kita. Menulisnya. Dan renungkan yya :D kali aja ada sebuah potensi yang tidak kita sadari selama ini :D

Minggu, 28 Juni 2015

Book Review : Quantum writing I


 Menulis. Sesuatu yang mungkin begitu dihindari oleh kebanyakan orang. Terutama bagi para pelajar yang lebih senang menekan tombol gadget mereka dibandingkan menulis di atas kertas dengan penanya.

Apalagi kalau harus merangkum buku pelajaran yang dipinjamkan sekolah. Dan harus mengembalikannya sesegera mungkin. Welehh weleh.. “mending fotocopy aja biar gak ribet :p”. Anak sekarang.

Kecanggihan tekbologi memang membuat semua serba instan! Mesin fotocopy dapat menyalin semua tulisan hanya dalam beberapa hitungan saja. Bayangkan! Betapa canggihnya dia. Jika dibandingkan dengan menulis. Butuh beberapa jam!